Di kesempatan ini penulis akan mengisahkan sedikit pengalaman hidup yang sedang dijalani. tanggung tidak dislesaikan kuliahnya lhooo!!! kata tanggung adalah kata yang diucapkan pada semua yang mengenal saya. pada intinya sekolah
itu penting. Jangan karena setelah Anda membaca artikel ini malah jadinya Anda
tidak sekolah, karena disini kita akan membahas beberapa hal yang salah didalam
sekolah dan belajar dari mereka yang dapat sukses walaupun mereka tidak lulus
atau memiliki nilai biasa-biasa saja disekolah.
Ada 3 hal yang salah dalam sekolah dan perlu kita pahami dengan baik. Tentu 3 hal berikut tidak mewakili semuanya tetapi mari kita pelajari satu-persatu
1. Sukses di sekolah/kuliah tidak ada hubungannya dengan kesuksesan
dalam hidup
Mayoritas dari kita
(hanya asumsi) sekolah dengan tujuan “uang”, yang artinya
sekolah/kuliah lalu lulus mendapat gelar dan mencari pekerjaan yang lebih baik dengan bayaran
yang lebih mahal. Sekolah/kuliah hanya memastikan Anda mendapat “gelar” dan “peluang pekerjaan” yang lebih baik. Artinya jika Anda sekolah/kuliah
dengan nilai sebaik apapun tidak menjamin Anda mendapatkan pekerjaan/gaji yang
lebih baik dari mereka yang biasa-biasa saja, tentu dengan nilai/IPK yang lebih
tinggi mempermudah Anda untuk mencari pekerjaan atau lolos seleksi job
interview, tapi peran sekolah hanya sejauh itu dalam karir Anda, sisanya
tergantung Anda bagaimana Anda menjalankan pekerjaan dan meningkatkan
value Anda sebagai karyawan. Intinya sekolah hanya menjamin Anda mendapatkan “peluang pekerjaan” yang lebih baik (job security), saya bilang
“peluang” karena pada kenyataannya tidak semua sarjana bisa mendapatkan pekerjaan
yang sesuai dengan ijazah mereka.
Kita bayangkan
ilustrasi berikut:
Di Indonesia jumlah
sarjana dari tahun ke tahun terus meningkat, sedangkan kita tahu entrepreneur
di Indonesia masih sangat minim. Dengan lapangan pekerjaan yang seadanya dan
pertumbuhan sarjana tiap tahunnya, dapat dipastikan akan banyak sekali
pengangguran S1 dan lebih banyak lagi pengangguran SMA nantinya. Perusahaan
dapat mencari sarjana S1 dengan mudah sedangkan mereka yang sarjana memiliki
pilihan yang seadanya. Nantinya mungkin ijazah S1 akan dianggap seperti ijazah
SMA, apa arti ijazah S1 jika semua orang punya ijazah S1..?
Kompetisi yang ada
juga akan membuat kita semakin sulit untuk sukses karena basicnya kita bersaing
dengan “semua orang yang
sekolah/kuliah” dan
sudah ada jutaan
orang yang memiliki ilmu yang sama, jadi berpikirlah bagaimana untuk meningkatkan skill/value
Anda atau menjadi unik dari yang lainnya.
2. Sekolah adalah pembunuh kreativitas
Untuk sukses dalam
hidup Anda membutuhkan passion/hasrat dalam bekerja, bukan sesuatu yang
dipaksakan hanya karena “semua orang melakukannya”. Tentu Anda masih ingat saat
sekolah kita mempelajari belasan mata pelajaran yang pada akhirnya menyusut
menjadi beberapa subjek saat kita kuliah. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah
passion atau bakat Anda ada disana? Bagaimana jika bakat Anda adalah bermain
basket, atau mendaji tenaga pengajar, atau mendjadi karyawan yang disiplin, atau menjadi atlit gaming, atau membuat video-video lucu di youtube,
atau membuat komentar tentang video game di youtube? Itu semua tidak ada
disekolah, Dan pada akhirnya orang-orang menua tanpa memiliki passion terhadap
apapun. Mayoritas dari kita masih meremehkan bidang seni/kreatif dan menganggap
akan sulit menghasilkan uang dari bidang tersebut. Pada kenyataannya memang
tidak semua orang bisa sukses dibidang seni, begitu pula sebaliknya tidak semua
orang bisa sukses dibidang akademik/sekolah. Are you an academic or an artist?
Or something else..?
3. Sekolah (mayoritas) tidak melatih kemampuan berpikir tetapi
kemampuan menghafal
Kebanyakan
sekolah (mungkin saya salah) tidaklah melatih kemampuan berpikir tetapi
kemampuan kita menghafal. Contoh:
·
Biologi = Menghafal
nama latin dan organ tubuh manusia
·
Fisika = Menghafal
teori hukum alam dan rumus-rumus ilmuwan
·
Matematika = Menghafal
rumus-rumus kalkulus dan perhitungan dimensi lainnya
·
Geografi =
Menghafalkan fakta tentang bumi
·
Sejarah = … (sudah
jelas)
·
Biologi = Menghafal
nama latin dan organ tubuh manusia
·
Matematika = Menghafal
rumus-rumus kalkulus dan perhitungan dimensi lainnya
·
Sejarah = … (sudah
jelas)
Mungkin contoh diatas tidak sepenuhnya benar,
ada beberapa kasus yang membutuhkan kemampuan berpikir seperti pemecahan soal
kasus matematika dan fisika (menggunakan logika), namun hampir sebagian besar
apa yang dipelajari di sekolah/kuliah adalah hafalan. Hanya sedikit mata
pelajaran yang betul-betul mengajarkan kita tentang berpikir. Beberapa bidang yang
“menurut saya” betul-betul melatih kemampuan berpikir logika/nalar yaitu:
· Coding/Programming
·
Teknik/Engineering
·
Komunikasi/Language
·
Art/Design
·
Art/Design